SUARATERKINI, Tanjungpandan – Pemerintah Provinsi Bangka Belitung bekerja sama dengan Yayasan Trisakti mensosialisasikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka program Indonesia pintar pendidikan tinggi 2021.

Wakil Gubernur Prov. Kep. Babel, Abdul Fatah mengatakan tuujuan dari kerja sama antara Pemprov Babel dengan Yayasan Trisakti ini adalah untuk memaksimalkan program dan peluang bagi siswa yang terdaftar sebagai penerimaan beasiswa Kartu Indonesia Pintar.

“Tantangan yang akan di hadapi menjelang tahun 2025 sangat tinggi, sehingga kita harus memberikan bimbingan untuk meningkatkan ketrampilan, sehingga bonus demografi yang di mulai dari tahun 2030 dapat kita maksimalkan,” ujar Abdul Fatah di Tanjungpandan, Jumat (30/4).

Selain itu menurutnya, potensi keindahan alam dan pariwisata yang ada di Bangka Belitung sangat baik maka, sehingga kerja sama antara Pemprov Banbel dengan Yayasan Trisakti di harapkan dapat meningkatkan SDM yang ada agar dapat bersaing dalam mengisi dunia kerja.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Trisakti, Mayjen (Purn) Dr. Bimo Prakoso mengharapkan agar kerja sama dan MoU dapat terjalin dengan baik sehingga dapat meningkatkan SDM dari Bangka Belitung.

“Yayasan Trisakti mempunyai bebergai fakultas di antaranya fakultas tinggi pariwisata yang saat ini akan menjalin kerjasama untuk mendukung kemajuan pariwisata di Bangka Belitung. Mari kita manfaatkan program KIP dengan baik dengan semboyan Asah, Asih, dan Asuh yang ada di Trisakti,” ujar Bimo.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Prov. Kep Babel, Muhammad Soleh mengatakan syarat mutlak dari program beasiswa perguruan tinggi dari wilayah Bangka Belitung yaitu memiliki KK dan KTP di Bangka Belitung.

“Beasiswa program kuliah yang menggunakan KIP ini di prioritas kepada anak yatim piatu atau dari keluarga yang kurang mampu, dimana setiap tahunnya di programkan untuk 214 orang,” jelasnya.

Menurut Soleh, untuk bisa mendapatkan beasiswa full KIP untuk perguruan tinggi ini, mahasiswa harus menunjukkan keseriusan dalam perkuliahan.

“Beasiswa bisa di cabut apabila dalam 4 tahun tidak bisa menyelesaikan kuliah, indeks prestasi persemester di bawah 2, dan menikah dalam masa kuliah,” tegasnya.

Pihaknya mengharapkan kepada siswa-siswa SMA yang sebentar lagi tamat sekolah agar dapat melanjutkan kuliah walaupun sambil bekerja untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. (wil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here