SUARATERKINI, Tanjungpandan – Menjelang hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, Bupati Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan Loka Pengawas Obat dan Makanan Belitung melakukan inspeksi mendadak di pusat perbelanjaan untuk memastikan produk makanan yang dijual di tempat tersebut aman dikonsumsi masyarakat.

“Peninjauan ini untuk melihat tingkat higienitas, safety, dan kadaluwarsa produk makanan yang dijual di tempat perbelanjaan seperti ini,” ujar Bupati Belitung Sahani Saleh di Tanjungpandan, Senin (10/5)

Menurutnya, memasuki H-3 Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, konsumsi masyarakat meningkat sehingga intensifikasi pengawasan terhadap pangan dan sarana pangan penting dilakukan agar tetap aman di konsumsi oleh masyarakat.

“Jangan sampai ada pedagang yang memanfaatkan momentum lebaran, banyak permintaan dari konsumen, sehingga menjual produk makanan yang kadaluarsa,” katanya.

Ia melanjutkan, pemerintah daerah beserta Loka POM mengawasi bahan-bahan makanan yang dijual agar benar-benar layak konsumsi.

“Ada 11 titik dan 66 sampel yang diuji, dan hasilnya semuanya dalam kondisi layak konsumsi,” tambahnya.

“Alhamdulillah semuanya aman dan layak dikonsumsi baik dari aspek masa berlaku, perizinan dan keamanannya,” kata pria yang akrab disapa Sanem ini.

Pihaknya mengharapkan toko-toko seperti ini hanya menjual barang yang aman dalam hal legalitas, higienitas, safety, dan masih jauh dari tanggal kadaluwarsa.

“Ketersediaan barang juga harus diperhatikan agar tidak ada kenaikan harga,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Loka Pengawasan Obat dan Makanan (Loka POM) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Singgih Prabowo Adi, mengatakan pihaknya memastikan jajanan Idul Fitri 1442 Hijriah di Belitung bebas dari kandungan bahan berbahaya sehingga aman dan layak dikonsumsi oleh masyarakat.

“Loka POM Belitung telah melakukan intensifikasi pengawasan pangan pada 11 sarana distribusi pangan seperti pasar, toko, minimarket/supermarket dan distributor, dan 66 sampel makanan,” kata Singgih.

Menurutnya, dari 66 sampel tersebut, hasilnya semua bebas dari bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B dan methanyl yellow.

“Semua makanan yang diambil sampelnya bebas dari bahan-bahan berbahaya tersebut,” ujarnya. (wil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here