SUARATERKINI, Jakarta – Sebagian besar dari Masyarkat di Indonesia mungkin sudah mengenal yang namanya katalog produk atau katalog barang.

Karena didunia penjualan saat ini sudah sangat banyak produsen atau penjual yang menggunakan katalog produk untuk melakukan penjualan barang.

Baik dari perusahaan MLM, Keagenan Busana, Penjual elektronik, Pelakuk pasar produk kesehatan dan masih banyak lagi yang lainnya.

Namun demikian,  Tidak sedikit dari kita atau bahkan seorang penjual yang mengerti fungsi katalog, Karena masih ada dari sebagaian masyarakat atau penjual memandang bahwa katalog produk hanya mempunyai fungsi untuk menjual.

Dalam kutipannya, Sabtu (15/2/20), Surti Wardani, S. Sos., M. Si. Dosen Prodi Manajemen Universitas Pamulang menyampaikan,” katalog dalam manajemen diartikan daftar barang yang dilengkapi dengan nama, harga, mutu, dan cara pemesanannya.

Sementara katalog digital adalah sebuah dokumen digital yang dibuat untuk memudahkan calon pelanggan mempelajari sebuah produk atau layanan secara interaktif, merupakan media promosi untuk suatu produk dengan berbasis multimedia,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, katalog merupakan referensi publikasi, biasanya didistribusikan oleh rantai ritel besar dan organisasi pemasaran langsung lainnya. Kebiasaan media masyarakat telah berubah.

Rata-rata konsumen kurang bergantung pada surat kabar dan televisi dan lebih banyak pada komputer dan telepon untuk menerima berita dan pesan komersial.

Sifat kompetisi telah berubah dari hanya menjadi kompetitif menjadi sangat kompetitif. Perusahaan akan memasarkan produk-produk baru jauh lebih cepat daripada sebelumnya,” terang dia yang juga mahasiswa Program Doktor Ilmu Komunikasi, Universitas Sahid Jakarta.

Hal ini disebabkan karena tujuan dari komunikasi perusahaan sekarang adalah menyampaikan pesan yang sama melalui berbagai media untuk mendapatkan dampak sinergis pada target pasar, dan hal itu dilakukan melalui IMC.

Katalog merupakan media komunikasi persuasif yang dibuat menarik guna mempermudah penyampaian pesan (info produk atau jasa) oleh perusahaan. sehingga terjadi pembelian.

Di antara perusahaan yang menggunakan katalog dalam bentuk lembaran dengan periode waktu adalah Ikea, Oriflame, Tupperware, Hypermart, Carrefour, Lottemart, Giant, Superindo dan sebagainya.

Retailer seperti Indomart, Alfamart, Alfamidi, Alfaexpress dan lainnya juga menggunakan katalog sebagai strategi pemasaran dalam periode mingguan dan bulanan,” paparnya.

Ia menambahkan, pembagian katalog adalah berdasarkan isi di dalamnya dan siapa yang menerbitkan. Misalnya; E-Catalog Nasional, E-Catalog Sektoral dan E-Catalog Daerah. Sedangkan e-katalog swasta dikategorikan dua kelompok utama berdasarkan target perusahaan, yaitu: katalog konsumen dan katalog untuk bisnis.

Contoh e-katalog konsumen atau kebutuhan sehari-hari adalah produk MLM yang beredar di masyarakat, seperti oriflame dan katalog Carrefour, yang bisa diakses pada link. Contoh e-katalog untuk pelaku bisnis B2B yaitu e-katalog produk benang House of Hwang dan produk plastik kemasan wirapax.

Katalog dalam bentuk cetak, setelah selesai didisain dan dicetak, lalu didistribusikan ke khalayak, baik melalui surat atau langsung diserahkan kepada khalayak, seperti pada acara presentasi komersil.

Katalog secara periodik diperbaharui, dengan menambahkan informasi mengenai perubahan terbaru dalam produksi perusahaan.

Karena tujuan utama katalog adalah untuk mendorong penjualan, maka dalam penyajian info kepada para calon pelanggan dan pelanggan selain mengenai harga dan fitur produk, dapat pula diberikan secara rinci perihal produk dan jasa, langsung kepada konsumen atau pelanggan. Katalog dapat dibedakan berdasarkan konten dan target yang ingin dicapai.

Katalog umum untuk mempromosikan produk ke konsumen yang berisi gambar, berupa foto, rendering atau ilustrasi, dari produk yang ditawarkan.

Di mana setiap gambar tersebut terdapat deskripsi produk, termasuk karakteristik, berupa warna, bahan, fungsi, ukuran, proses manufaktur, dan lainya.

Katalog yang mempromosikan produk industri atau teknikal, pengkodean model untuk membuat proses pembelian dan penjualan lebih mudah, dan pedoman tentang cara menggunakan produk.

Selain itu disertakan juga gambar guna menampilkan struktur produk, fungsionalitas dan cara instalasi. Juga gambar atau foto suku cadang.

Dalam katalog perusahaan bisa menambahkan harga dan diskon dan penawaran khusus, serta layanan katalog mencakup layanan yang ditawarkan, durasi dan biaya, beserta gambarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here