Suaraterkini, Depok, -Sejak pandemi Covid-19 mewabah dunia, harga alat Pelindung Diri (APD) seperti hand sanitizer, masker dan barang lainnya melambung tinggi dan barangnya pun menjadi langka di pasaran. Melihat kondisi tersebut tim dosen Teknik Mesin, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) berinisiatif melakukan pelatihan pembuatan Hand Sanitizer untuk pengelola dan nasabah Bank Sampah yang terdapat di kelurahan pangkalan jati baru, Depok pekan lalu.

Dosen Teknik Mesin PNJ Rahmat Subarkah mengatakan bahwa kegiatan pengabdian tersebut merupakan salah satu amanat Tri Darma Perguruan Tinggi yang harus dilaksanakan oleh tiap akademisi kampus.

“Setelah adanya pelatihan ini, saya berharap para peserta pelatihan mampu membuat hand sanitizer sendiri sehingga bisa meminimalisir budget untuk pembelian hand sanitizer, dan jika sudah bisa membuat sendiri, mudah-mudahan dapat meringankan beban masyarakat, karena di tengah pendemi corona ini rata-rata pendapatan masyarkat menjadi berkurang.” jelas Rahmat yang juga ketua tim dalam rilisnya pada suaraterkini.com.

Dengan tema “Pelatihan dan Pembagian Hand Sanitizer Kepada Pengelola dan Nasabah Bank Sampah Rosela di Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Depok.” dan dibantu oleh Dosen PNJ Isnanda Nuriskasari dan Noor Hidayati.

Dengan adanya pelatihan ini, Subarkah berharap dapat mengurangi beban masyarakat dalam membeli hand sanitizer yang langka dan mahal. “Setelah adanya pelatihan ini, saya berharap para peserta pelatihan mampu membuat hand sanitizer sendiri sehingga bisa meminimalisir budget untuk pembelian hand sanitizer, dan jika sudah bisa membuat sendiri, mudah-mudahan dapat meringankan beban masyarakat, karena di tengah pendemi corona ini rata-rata pendapatan masyarkat menjadi berkurang.” Ungkap dosen yang tinggal di daerah Cinere tersebut.

Salah seorang warga yang mengikuti pelatihan, Saidah (33) mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut, karena bisa membantu dan memudahkan peserta yang mayoritas merupakan nasabah Bank Sampah Rosela untuk memiliki keahlian yakni membuat hand sanitizer.

“Dengan adanya pelatihan ini, saya berterima kasih kepada tim dosen yang telah mengadakan kegiatan ini, saya sudah bisa membuatnya dan akan dipraktikkan di rumah, dan semoga PNJ lebih maju lagi.” Ujar Saidah.

Pelatihan pembuatan hand sanitizer yang diikuti 30 orang dilakukan secara gratis. Hal tersebut dimaksudkan agar peserta sebelum mempraktikannya di rumah, terlebih dahulu ada contoh/model hand sanitizer yang siap pakai. “Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat”. Tambah Subarkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here