SUARATERKINI, Jakarta – Universitas Nasional (UNAS) genap berumur 70 tahun. Selama 70 tahun Universitas Nasional telah mengalami perkembangan dari berbagai aspek mulai dari penunjang perkuliahan, tata kelola pendidikan hingga penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama.

Seiring berjalannya waktu, Universitas Nasional tumbuh berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Pengembangan terjadi di semua aspek mulai dari pengembangan dan pembangunan sarana prasarana, pengembangan bidang pendidikan dan kemahasiswaan, serta penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama,” ungkap Rektor Universitas Nasional, Dr. El Amry Bermawi Putera M.A. pada Dies Natalis UNAS ke 70, di Auditorium UNAS, Selasa (15/10).

Dalam pengembangan pendidikan tinggi, Universitas Nasional mempertegas strategi untuk meningkatkan daya saing dengan mengutamakan mutu (quality, access equity, autonomy).

Untuk itu, tata kelola Universitas Nasional mengacu pada standar nasional pendidikan dengan menerapkan sepenuhnya sistem penjaminan mutu perguruan tinggi,” tegasnya.

Universitas Nasional sungguh-sungguh menjalankan semua proses tata kelola, good governance, sistem penjaminan mutu, pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, pengembangan sumber daya manusia dan mahasiswa, serta semua komponen lainnya dalam pengelolaan perguruan tinggi yang telah ditetapkan sesuai dengan standar mutu nasional,” kata El Amry.

Dengan penerapan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi secara maksimal di Universitas Nasional. Pada tanggal 24 Oktober 2017, melalui Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Nomor 3891/SK/BAN-PT/Akred/PT/X/2017, Universitas Nasional mendapatkan akreditasi institusi A atau SANGAT BAIK.

“Capaian ini tentu merupakan ikhtiar dan hasil atas komitmen Universitas Nasional dalam penerapan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi secara konsisten,” tuturnya.

Dalam merespon perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Universitas Nasional melakukan pengembangan kurikulum guna melahirkan lulusan yang unggul dalam persaingan di dunia kerja. Komitmen ini ditunjukkan dengan diberlakukannya sertifikasi berbagai keahlian bagi mahasiswa sehingga mahasiswa memiliki kompetensi yang dapat dipertanggungjawabkan melalui pemberian SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) atau Diploma Supplement.

Penerapan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) ini diharapkan akan merubah cara melihat kompetensi lulusan, tidak lagi semata Ijazah tapi dengan melihat kepada kerangka kualifikasi yang disepakati secara nasional sebagai dasar pengakuan terhadap hasil pendidikan seseorang secara luas yang akuntanbel dan transparan,” ujarnya.

Di samping penyelenggaraan bidang pendidikan, Universitas Nasional juga terus berupaya melakukan pengembangan bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Hal tersebut dilakukan dengan mengeluarkan kebijakan dan sistem pengelolaan penelitian yang mencakup ketentuan tentang kebijakan dasar penelitian.

“Langkah kami adalah dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dapat mendorong terlaksananya kegiatan-kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, baik yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa,” ucapnya.

Selain kebijakan, lanjut El Amry, Universitas Nasional juga memfasilitasi kegiatan-kegiatan dalam rangka mendorong para peningkatan sumber daya manusia, baik dosen maupun mahasiswa, sekaligus memperbaiki fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung penelitian.

Semua ini kami lakukan sebagai tanggang jawab Universitas Nasional dalam mewujudkan masyarakat yang maju dan mandiri,” jelasnya.

Sementara dalam bidang kerjasama, Universitas Nasional terus menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga baik dengan lembaga di dalam maupun luar negeri. Hal ini dilakukan, guna mempersiapkan sivitas akademika Universitas Nasional menjadi universitas unggulan yang berkontribusi pada pembangunan nasional dan peningkatan daya saing bangsa.

Sampai saat ini, ada sebanyak 64 kerjasama yang telah dijalin Universitas Nasional dengan lembaga di dalam negeri, sedangkan kerjasama internasional berjumlah 37 kerja sama dari beberapa negara seperti Malaysia, Tiongkok, Korea, Italia, Ukraine, Amerika Serikat, Rusia dan Australia. Bahkan, kerjasama ini meliputi pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian dan publikasi bersama,” papar El Amry.

Berbagai rangkaian kegiatan diselenggarakan untuk memeriahkan dies natalis Unas ke 70 ini, diantaranya:
1. 1 Oktober 2019
Seminar Era Digital Era 4.0 Oleh Materi Koperasi
2. 08 Oktober 2019
Launching Buku “Dari Kyiv Menulis Indonesia” Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi, M.E.
3. 10 Oktober 2019
Lokakarya Mengarusutamakan Bioekonimi (Kerjasama dengan AIPI)
4. 15 Oktober 2019
Perayaan dan pameran 70 Tahun Universitas Nasional
5. 17 Oktober 2019
International Confference on Social politics: Cybersecurity in The Technological Era 4.0
6. 21 Oktober 2019
International Conference on Biodiversity for Life: Sustainable Development of Indonesia Biodiversity
7. 22 Oktober 2019
International Conference on Smart Digital Technologies (icoSDiT)
8. 26 Oktober 2019
Pusat studi Primata: 70 Peneliti Primata Universitas Nasional
9. 27 Oktober 2019
UNAS Fun Walk
10. 28 Oktober 2019
Festifal Film Universitas Nasional 2019 (Fest Fun 2019), Tema: Berbudaya Yang Satu, Budaya Indonesia
11. 28 s/d 30 Oktober 2019
1st International Conferenceon Religion, Nature, Law, and Culture: Religion, Nature, Law, and Culture of Sustainable Development Goals
12. 31 Oktober 2019
Peluncuran Buku Konservasi Alam Dalam Islam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here