SUARATERKINI, Tanjungpandan – Bupati Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sahani Saleh membuka festival UMKM dan ekonomi kreatif Belitung Expo tahun 2021 di kawasan pantai Tanjungpendan, Kamis (1/7). Acara yang digelar rutin setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Tanjungpandan (HJKT) akan digelar sampai tanggal 5 Juli 2021.

Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan meskipun dalam kondisi pandemi, perkembangan ekonomi harus jalan terus, satu di antaranya melalui adanya Belitung Expo ini. Di tengah pandemi Covid-19 yang masih terus terjadi. Pemerintah daerah juga harus menggiatkan kembali promosi pada sektor-sektor pembangunan, khususnya sektor usaha mikro, kecil dan menengah.

“Saat ini terjadi ppkm darurat di Jawa, mudah-mudahan di Belitung tidak terjadi seperti itu, sehingga perekonomian jalan terus. Ke depan juga ada rencana rakernas Asosisasi Pemda Kepulauan di Belitung pada Agustus 2021, dengan adanya expo juga untuk mempromosikan UMKM dan produksi dari pemda kepulauan,” ujarnya.

Menurutnya, Belitung Expo ini juga merupakan salah satu langkah perbaikan ekonomi kreatif di Belitung. Namun demikian, pelaksanaannya harus dengan memperketat protokol kesehatan, terlebih varian Covid-19 saat ini makin ganas.

“Jangan sampai karena expo malah terjadi klaster baru. Jika peserta dan pengunjung tidak disiplin, tidak boleh lagi ada expo sama sekali di Belitung,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie mengatakan Belitung Expo 2021 jika tidak ada Covid-19 seharusnya menjadi sebuah ajang yang bisa menciptakan stimulasi ekonomi yang benar-benar lahir dari kelompok masyarakat UMKM dan ekonomi kreatif kewirausahaan di Belitung.

“Kita harus menjaga keseimbangan antara perkembangan Covid dengan pertumbuhan ekonomi. Acara ini tidak terlalu lama, hanya 5 hari, apabila kedepannya Covid menjadi tidak bagus atau meningkat, kita akan evaluasi,” ujar Isyak.

Dikatakan Wakil Bupati, acara ini menerapkan prokes yang sangat ketat, dimana pengunjung diwajibkan masuk ke ruangan uap/ecalyptus. Hal ini tidak lepas dari diterapkannya PPKM darurat di Jawa, sehingga Belitung juga harus menyesuaikan.

Terkait target di Belitung Expo tahun ini, menurutnya adalah harapannya UMKM Belitung dapat meningkatkan kualitas produk, kualitas packaging.

“Serta pemasaran secara digital, sehingga orang yang tidak bisa datang untuk membeli, bisa tetap membeli sesuatu dari market place, jadi memindahkan Belitung Expo secara fisik menjadi secara virtual,” harapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Pedagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Belitung, Adnizar mengatakan saat ini Belitung Expo diikuti 128 peserta yang mengisi 60 tenda kerucut, serta dibagi ke dalam beberapa klaster.

“Ada juga 21 peserta yang akn ditempatkan pada tenda roder tanpa pendingin ruangan namun menggunakan kipas angin. Selain itu, transaksi pembayaran juga diharapkan bisa dilakukan secara non tunai memakai QRIS dari BRI atau Bank Sumsel Babel,” tutupnya. (wil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here