SUARATERKINI, Manggar – Angka kemiskinan di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mengalami penurunan dari tahun 2019 ke tahun 2020 yaitu dari 6,60 persen menjadi 6,52 persen. Sementara itu, jumlah pengangguran bertambah dari tahun 2019 ke tahun 2020 yaitu dari 1,71 persen menjadi 3,93 persen.

“Persentase penduduk miskin di Kabupaten Belitung Timur menurun 0,08 persen pada tahun 2020. Walaupun sesungguhnya jumlah penduduk miskin bertambah sebesar 50 jiwa,” ujar Bupati Beltim Burhanuddin, Kamis (8/7).

Menurut dia, pertambahan disebabkan pembaginya berdasarkan jumlah penduduk naik lebih signifikan dari jumlah penduduk miskin tersebut.

“Pengangguran meningkat bisa saja disebabkan pada saat disurvey selama 2 minggu terakhir penduduk yang bekerja, tidak bekerja atau berhenti bekerja sehingga menyebabkan pengangguran meningkat,” lanjutnya.

Hal ini wajar menurutnya, mengingat sebagian besar masyarakat Belitung Timur bekerja di lapangan pekerjaan utama yang rentan terhadap cuaca dan hal teknis lainnya.

“Mata pencaharian perkebunan, pertambangan dan nelayan tangkap sangat rentan terhadap kondisi tersebut,” ujar pria yang akrab disapa Aan itu.

Namun demikian ia melanjutkan, penurunan angka kemiskinan tidak selalu berbanding lurus dengan pengangguran.

Kalaupun terjadi hal tersebut biasanya berada di perkotaan karena banyaknya penduduk yang bekerja sebagai buruh di sektor formal yang sangat dinamis.

Penduduk Beltim yang bekerja sebagai buruh maupun mandiri di perkebunan, pertambangan, penggalian dan perikanan tangkap, itu dipengaruhi kondisi cuaca dan hal teknis lainnya.

“”Seperti belum adanya lahan atau perbaikan mesin rusak untuk sektor pertambangan, maka penduduk itu bisa saja menganggur,” ungkapnya. (wil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here