Amatil Indonesia Resmikan Lini Produksi ASSP Kedua di Pabrik Pasuruan

SUARATERKINI, Pasuruan – Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) resmikan lini produksi Affordable Single Serve Package (ASSP) kedua senilai US$ 24 juta di pabrik Pasuruan, Jawa Timur.

Lini baru ini akan mendukung Amatil Indonesia untuk memasok plastik ringan berkualitas tinggi dengan lapisan kaca yang akan meningkatkan daya tahan kemasan sebanyak 260 juta botol setiap tahunnya di seluruh Jawa Timur dan Indonesia Timur, termasuk Bali dan Kepulauan Timur, Sulawesi, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Group Managing Director Coca-Cola Amatil Group (Amatil), Alison Watkins, dan Presiden Direktur Amatil Indonesia, Kadir Gunduz meresmikan fasilitas terbaru tersebut bersama Direktur Jenderal Industri Agro – Kementerian Perindustrian RI, Abdul Rochim dan Asisten Perekenomian dan Pembangunan Pemprov Jatim, Wahid Wahyudi.

Fasilitas yang kami resmikan hari ini merupakan wujud nyata dari komitmen kami untuk terus bertumbuh dan berinovasi di Indonesia.

Perjalanan kami telah dimulai sejak 27 tahun yang lalu dan kami telah mengembangkan bisnis kami menjadi salah satu perusahaan minuman regional terbesar yang menyajikan minuman favorit Indonesia,” jelas Presiden Direktur Amatil Indonesia, Kadir Gunduz dalam keterangan resmi, Jum’at (4/10/19).

BACA JUGA:  Fitur Gahar Sharp Smartphone AQUOS sense8 Sasar Anak Muda Hobi Traveling

Lini ini menghasilkan botol plastik yang lebih ringan dan berkualitas tinggi dengan lapisan kaca khusus untuk meningkatkan daya tahan dan menjaga kesegaran.

Dengan kapasitas 260 juta botol per tahun, lini ASSP dapat menghasilkan banyak kemasan dengan kecepatan lebih cepat dan di saat yang sama mengurangi jumlah plastik,” paparnya.

Dijelaskan Kadir Gunduz, komitmen untuk terus berinvestasi pada fasilitas baru diperkuat oleh komitmen Amatil Indonesia untuk berinvestasi dalam pengembangan kemampuan sumber daya manusia.

Saat ini Amatil Indonesia menjalankan sepuluh akademi pelatihan teknis lintas fungsi, memberikan total ~ 64.000 hari pelatihan per tahun. Pada tahun 2014, Amatil Indonesia memulai Supply Chain Technical Academy (SCTA), akademi pertamanya di Jawa Timur.

Keberhasilannya kemudian memungkinkan Amatil Indonesia untuk mengembangkan program tersebut di seluruh Indonesia, dan meluncurkan banyak akademi lain yang terus tumbuh lebih kuat hingga saat ini. Sejauh ini ada 72 karyawan pabrik Amatil Indonesia di Pasuruan yang telah menerima sertifikasi dari SCTA.

“Coca-Cola Amatil Indonesia tidak hanya berinvestasi dalam teknologi manufaktur terbaru, tetapi kami juga berinvestasi pada karyawan kami. Program pengembangan kapabilitas yang kami jalankan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis karyawan dalam mengoperasikan mesin dan kemampuan kepemimpinan yang lebih baik,” tambah Bapak Gunduz.

BACA JUGA:  Kisah Sukses CEO Krakal di Dunia Entertainment

Tahun lalu, kami mengawali kolaborasi bersama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Perindustrian untuk menjalankan program pengembangan keterampilan kejuruan yang telah melibatkan lebih dari 1.200 peserta di seluruh wilayah operasional.

Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para perwakilan pemerintah atas dukungannya yang telah menjadi pemacu utama bagi pertumbuhan bisnis kami.”

Berbicara lebih lanjut mengenai komitmen jangka panjang Amatil Indonesia, Group Managing Director Coca-Cola Amatil, Alison Watkins menjelaskan tentang pentingnya membangun bisnis yang berkelanjutan untuk menopang kinerja perusahaan.

Kami bangga dengan kemajuan yang yang telah dicapai terhadap sasaran keberlanjutan kami serta komitmen pertumbuhan Amatil di Indonesia, terutama pengadaan kemasan yang berkelanjutan.

Melalui teknologi lapisan ASSP, kita dapat membuat botol PET yang jauh lebih ringan dan mengurangi jumlah plastik yang digunakan.

Lini ASSP adalah salah satu dari banyak program yang kami kejar dalam mencapai empat pilar keberlanjutan terintegrasi—People, Wellbeing, Environment dan Community,” jelasnya.

Secara bersamaan, Amatil Indonesia akan terus menumbuhkan hubungan positif dengan para pemangku kepentingannya untuk menjalankan bisnis yang berkelanjutan, termasuk pemerintah dan masyarakat setempat,” pungkasnya.