SUARATERKINI, Jakarta – Potensi pariwisata Borobudur dan pertumbuhan pasar perjalanan di Jawa Tengah menjadi peluang yang tidak ingin dilewatkan Nemuru Hotels Group. Melalui partisipasinya dalam Borobudur & Beyond Tourism Expo (BBTE) 2026, Nemuru membuka peluang memperluas jaringan bisnis sekaligus menjajaki investasi baru di sektor hospitality di Magelang dan sekitarnya.
BBTE 2026 yang diselenggarakan RajaMICE dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Magelang, dan Pemerintah Kota Magelang berlangsung pada 25–28 Oktober 2026 di Magelang, Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku industri pariwisata dan perhotelan dengan sekitar 200 potential buyers melalui pertemuan bisnis terjadwal selama dua hari. Bagi Nemuru Hotels, forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat penetrasi pasar inbound travel, korporasi, travel trade, Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions (MICE), hingga wedding.
Membuka Peluang Investasi di Jawa Tengah
CEO & Co-Founder Nemuru Hotels Group, Ren Tobing, mengatakan Magelang dan kawasan Jawa Tengah memiliki prospek yang menarik bagi pengembangan bisnis perhotelan. Potensi tersebut ditopang oleh kekuatan destinasi wisata, khususnya Borobudur yang telah menjadi salah satu ikon pariwisata dunia.
“Kehadiran Nemuru Hotels di BBTE 2026 bertujuan untuk bertemu dengan calon mitra bisnis dan mengembangkan jaringan perhotelan serta peluang investasi di sektor perhotelan di Magelang dan Jawa Tengah. Kami membuka komunikasi dengan investor, pemilik properti, dan mitra strategis untuk menjajaki peluang pengembangan hotel yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujar Ren.
Menurutnya, kolaborasi dengan mitra yang tepat tidak hanya dapat menciptakan nilai bisnis jangka panjang bagi perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap perkembangan pariwisata dan perekonomian daerah.
“Kami percaya kolaborasi yang tepat dapat menciptakan nilai bisnis jangka panjang sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pariwisata dan perekonomian daerah, serta mendukung kemajuan pariwisata Indonesia,” tambahnya.
Ren menuturkan, pengembangan jaringan hotel harus dilakukan dengan mempertimbangkan karakter destinasi, aksesibilitas, kebutuhan wisatawan, serta potensi ekonomi lokal. Karena itu, forum seperti BBTE dinilai penting untuk membangun koneksi sekaligus mengidentifikasi peluang kerja sama yang memiliki prospek jangka panjang.
Perkuat Pasar Inbound dan MICE
Sementara itu, GM Sales Marketing & Distributions Nemuru Hotels Group, Astrid R.A. Luhulima, mengatakan keikutsertaan Nemuru dalam BBTE 2026 juga diarahkan untuk memperluas pasar inbound dan korporasi.
Menurutnya, pertemuan langsung dengan inbound wholesaler, travel agent, corporate buyer, maupun pelaku industri pariwisata memberikan kesempatan bagi Nemuru untuk memahami kebutuhan pasar perjalanan internasional dan segmen korporasi secara lebih dekat.
“Melalui BBTE 2026, kami berkesempatan bertemu langsung dengan inbound wholesaler dan travel agent, corporate buyer, dan pelaku industri pariwisata lainnya. Interaksi ini memperkuat posisi Nemuru Hotels dalam pengembangan market mix Nemuru Hotels,” kata Astrid.
Ia berharap pertemuan bisnis yang berlangsung selama BBTE dapat berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan dan memperkuat kepercayaan pasar terhadap Nemuru Hotels, khususnya pada segmen inbound dan MICE.
Astrid menambahkan, jaringan hotel Nemuru menawarkan beragam produk dan layanan yang dapat mengakomodasi kebutuhan wisatawan maupun pasar korporasi.
“Hotel-hotel kami menawarkan produk dan layanan yang beragam, mulai dari lantai bertema Jepang, fasilitas spa, hingga aktivitas outbound yang menyasar pasar korporat dan MICE,” ujarnya.
Dari sisi kuliner, Nemuru juga menawarkan pilihan yang beragam, mulai dari restoran all-day dining hingga restoran khusus seperti De Margo Italian Restaurant. Keragaman fasilitas tersebut dinilai menjadi nilai tambah dalam menjangkau pasar MICE, korporasi, maupun wisatawan.
Perkuat Brand dan Dorong Transformasi Digital
Di sisi lain, Marketing Manager Nemuru Hotels, Reza Gantina, mengatakan partisipasi dalam BBTE 2026 tidak hanya berkaitan dengan pengembangan bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat brand Nemuru Hotels agar semakin dikenal dan menjadi top of mind di pasar hospitality.
Reza mengatakan Nemuru mengusung filosofi omotenashi, yakni konsep pelayanan khas Jepang yang menekankan pelayanan sepenuh hati kepada tamu. Filosofi tersebut kemudian dipadukan dengan pemanfaatan teknologi digital untuk memberikan pengalaman menginap yang lebih praktis dan personal.
“Kami mengusung filosofi omotenashi, yaitu pelayanan sepenuh hati, yang didukung teknologi digital untuk memenuhi berbagai kebutuhan tamu selama menginap. Dalam waktu dekat, kami juga akan meluncurkan teknologi AI Nemuru yang disebut Natsumi Agent,” kata Reza.
Saat ini, jaringan Nemuru Hotels mencakup The Bellezza Suites by Nemuru, Nemuru Grand Bhuvana Ciawi Bogor, Nemuru Grand Suites MT Haryono, Nemuru Grand Anyer Palazzo, Nemuru Grand Bellevue Radio Dalam, Nemuru Villa Ubud Anyer, dan Nemuru Hotel Ciputat.
Untuk meningkatkan pengalaman tamu, Nemuru memadukan pelayanan berbasis omotenashi dengan pengembangan ekosistem digital. Sejumlah inisiatif telah dikembangkan, antara lain program loyalitas digital dan aplikasi Klik Room, yang memungkinkan tamu memesan berbagai layanan hotel melalui aplikasi.
Ke depan, pengalaman tersebut akan semakin diperkuat dengan kehadiran asistensi berbasis kecerdasan buatan melalui teknologi Nemuru AI/Natsumi Agent.
Dengan kombinasi ekspansi jaringan, penguatan pasar inbound dan MICE, penjajakan investasi, serta transformasi digital, Nemuru Hotels menempatkan BBTE 2026 sebagai salah satu momentum penting untuk memperluas jejaring sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam industri hospitality Indonesia.


