SUARATERKINI, Cikarang Barat – SMKN 1 Cikarang Barat menjalin kerja sama dengan PT Sharp Electronics Indonesia melalui program Sharp Class untuk meningkatkan kompetensi siswa, khususnya di bidang Elektronika Industri. Program ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri guna mencetak lulusan yang kompeten dan siap kerja.
Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Edy Purwanto, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, program Sharp Class merupakan bagian dari upaya mewujudkan link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri.
Ia menegaskan, keberhasilan kelas industri tidak cukup hanya melalui penandatanganan kerja sama, tetapi harus diwujudkan dalam pembelajaran yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Edy juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara keterampilan teknis (hard skill) dan kemampuan nonteknis (soft skill), seperti komunikasi, kedisiplinan, etika, dan kerja sama tim, tegasnya Rabu, 21 Oktober 2026.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Barat, Rina Parlina, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan industri menjadi peluang penting untuk menyiapkan generasi muda Kabupaten Bekasi menghadapi persaingan kerja.
Menurutnya, Kabupaten Bekasi merupakan kawasan industri yang memiliki kebutuhan besar terhadap tenaga kerja kompeten. Karena itu, lulusan SMK perlu dibekali keterampilan dan karakter profesional agar mampu bersaing sekaligus mengurangi pengangguran.
Rina berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak sekolah untuk membangun kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri.
Head of Customer Satisfaction Division PT Sharp Electronics Indonesia, Lise Tiasanty, mengatakan Sharp Class di SMKN 1 Cikarang Barat merupakan program pertama yang diselenggarakan di sekolah tersebut.
Ia menjelaskan, Sharp Class dirancang untuk memberikan pengalaman mengenai dunia profesional kepada siswa, mulai dari penguasaan keterampilan teknis hingga pemahaman etika dan budaya kerja. Program ini diharapkan mampu membentuk calon teknisi profesional dengan kompetensi yang sesuai standar industri.
Lise menyebutkan, Sharp telah menyelenggarakan 29 program Sharp Class di berbagai wilayah Indonesia dengan total 952 siswa yang telah mengikuti program tersebut. Siswa berprestasi juga berpeluang memperoleh kesempatan untuk bergabung dengan PT Sharp Electronics Indonesia.
Melalui kerja sama ini, SMKN 1 Cikarang Barat dan Sharp berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja.
Kolaborasi ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi industri dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan vokasi.


