Sharp Hydro Heroes di Bekasi: Berdayakan Ibu Muda, Panen Sayur, Tumbuhkan Ekonomi Keluarga

AdvertisementAds

SUARATERKINI, Bekasi – PT Sharp Electronics Indonesia kembali menghadirkan Sharp Hydro Heroes, program pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian hidroponik yang kali ini menyasar ibu-ibu muda di Bekasi Utara, Jawa Barat.

Program yang digelar di area SAGA Life School, Kelurahan Teluk Pucung, Bekasi Utara, ini memanfaatkan lahan seluas 15 x 5 meter. Sebanyak 20 ibu muda terpilih akan mendapatkan pelatihan hidroponik sekaligus pembekalan kewirausahaan, pemasaran digital, pengelolaan hasil panen, serta edukasi mengenai pentingnya konsumsi sayur dan pola makan beragam bagi keluarga.

Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia, Shinji Teraoka, mengatakan program ini dirancang bukan sekadar untuk mengajarkan cara bercocok tanam, tetapi juga mendorong perempuan agar memiliki keterampilan produktif yang dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga.

“Kami percaya pemberdayaan perempuan tidak hanya berbicara mengenai peningkatan ekonomi, tetapi juga bagaimana seorang ibu dapat menjadi penggerak perubahan di dalam keluarganya, termasuk membangun kebiasaan makan yang lebih sehat bagi anak-anak,” ujar Shinji, Kamis 20/8/2026.

Sharp melihat isu pemenuhan gizi anak masih menjadi perhatian penting. Berdasarkan data yang dicantumkan Sharp dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kota Bekasi mencapai 11,7%.

BACA JUGA:  Rayakan HUT Ke-23, XL Axiata Tebarkan Penawaran Menarik

Lurah Teluk Pucung, Bekasi Utara, Ismail Marzuki, mengapresiasi program tersebut sebagai bentuk kolaborasi nyata dalam pemberdayaan perempuan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pangan bergizi.

“Program ini sejalan dengan upaya pemerintah Kota Bekasi dalam mencegah stunting melalui keanekaragaman konsumsi sayur-mayur. Kami berharap Sharp Hydro Heroes dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkap Ismail.

Dari Hidroponik hingga Peluang Usaha

Para peserta akan mendapatkan pelatihan mulai dari dasar pertanian hidroponik, teknik penanaman dan perawatan, pengelolaan hasil panen, hingga pengolahan produk. Materi kewirausahaan juga diberikan, termasuk perhitungan biaya usaha, branding, pemasaran, dan pemanfaatan media sosial.

Dengan demikian, hidroponik diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan bercocok tanam, tetapi dapat berkembang menjadi usaha rumahan yang memberikan tambahan penghasilan.

Sharp juga menggandeng Benihbaik.com sebagai mitra program. Pendampingan diberikan agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat terus dikembangkan setelah pelatihan.

Chief of Strategic & Business Development Benihbaik.com, Firdaus Juli, mengatakan keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari pelatihan, tetapi dari kemampuan peserta menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:  Sharp Dukung Upaya Pemerintah dalam Tingkatkan Lulusan SMK yang Unggul

Lanjutan Program Sharp Hydro Heroes

Sharp Hydro Heroes sebelumnya diperkenalkan di Karawang pada November 2024 dengan melibatkan 20 pemuda dan pemudi di sekitar lingkungan perusahaan. Program tersebut menghasilkan panen perdana selada pada Januari 2025.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi dasar bagi Sharp untuk mengembangkan program dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kebutuhan keluarga di Bekasi.

Program ini sekaligus mendukung sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 2 tentang Zero Hunger, SDG 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan, SDG 5 tentang kesetaraan gender, SDG 8 tentang pertumbuhan ekonomi, serta SDG 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

PR & Brand Communication Department Head PT Sharp Electronics Indonesia, Pandu Setio, berharap Hydro Heroes dapat berkembang menjadi gerakan yang memberikan manfaat jangka panjang.

“Bukan sekadar program menanam sayuran, tetapi sebuah upaya untuk menanam pengetahuan, menumbuhkan kemandirian dan memanen masa depan yang lebih baik bagi keluarga Indonesia,” jelas Pandu.

Melalui Sharp Hydro Heroes, Sharp Indonesia berupaya menggabungkan pemberdayaan perempuan, ketahanan pangan keluarga, edukasi gizi, peluang ekonomi, dan pertanian berkelanjutan dalam satu program yang diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat Bekasi.