SUARATERKINI, Jakarta, – International Trade Center (ITC) dan Unilever mengadakan acara virtual launch untuk memperkuat serta merayakan kemitraannya dalam mendorong pengadaan barang maupun jasa yang lebih responsif terhadap kesetaraan gender, sekaligus memajukan pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia dengan mempertemukan perwakilan level tinggi pemerintah, perusahaan terkemuka, serta bisnis-bisnis milik perempuan.

Corporate Secretary and Head of Sustainability and Corporate Affairs, Unilever Indonesia, Nurdiana Darus menjelaskan, “Salah satu pilar dalam strategi ‘The Unilever Compass’ adalah untuk berkontribusi pada masyarakat yang lebih adil dan inklusif. Hal ini kami lakukan melalui berbagai inisiatif, contohnya dengan membantu meningkatkan standar hidup semua pihak yang terlibat di dalam rantai nilai kami, termasuk para pemasok kami. Salah satu komitmen Unilever adalah memastikan bahwa setidaknya €2 miliar dialokasikan setiap tahun untuk menumbuhkan ekosistem bisnis yang mewakili keragaman dan inklusivitas dalam rantai pasokan kami.”

Anna Mori, SheTrades-Unilever Partnership Manager, International Trade Centre, berkomentar, Melihat tingginya jumlah wirausaha perempuan yang aktif, Indonesia merupakan negara prioritas baik bagi Unilever maupun SheTrades. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menyumbang 57% dari PDB negara, dengan lebih dari 50% UMKM dimiliki oleh perempuan. Memperluas peluang ekonomi bagi bisnis yang dimiliki dan dipimpin perempuan melalui pengadaan dapat mempercepat pemulihan pasca pandemi dan menghasilkan manfaat besar bagi perekonomian. Diskusi panel hari ini akan memberikan perspektif multi-stakeholder tentang hambatan yang menghalangi pengadaan yang inklusif gender.

“Kami harap kolaborasi kami dengan Unilever dapat membuka potensi dari bisnis yang dimiliki dan dipimpin oleh perempuan sehingga mereka dapat berkembang sembari berkontribusi untuk Indonesia yang lebih kuat dan lebih adil di masa depan.” tutur Anna.

Untuk mempelajari persyaratan bagi bisnis untuk bergabung di dalam kolaborasi ini, silakan kunjungi: https://www.shetrades.com/#/publicpartner/29

Sementara itu dukungan dari Pemerintah oleh Jerry Sambuaga selaku Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia mengungkapkan, “Di tengah ketidakpastian sejauh mana pandemi akan berdampak terhadap UMKM, pengusaha perempuan berhasil menunjukkan ketangguhan yang luar biasa. Riset UNDP tentang dampak pandemi terhadap UMKM di Indonesia menemukan bahwa usaha yang dikelola perempuan lebih mampu bertahan dibandingkan yang dijalankan laki-laki.
Partisipasi perempuan dalam dunia usaha juga tercatat semakin meningkat. Pada tahun 2021, perempuan mengelola 64,5% dari total UMKM di Indonesia. Di tingkat usaha mikro, 52% dari 64 juta pelaku usaha mikro di Indonesia adalah perempuan. Kemudian untuk tingkat usaha kecil, 56% dari 193 ribu pemilik usaha kecil adalah perempuan. Sedangkan untuk usaha menengah, 34% dari 44,7 ribu pelaku usaha adalah perempuan. Sehingga pada tahun 2025, UMKM yang dikelola perempuan diproyeksikan akan mencapai USD 135 miliar.

Menurutnya, Semua angka tersebut menunjukkan bahwa perempuan memiliki potensi yang luar biasa dan tidak dapat terlepas dari upaya memajukan perekonomian di Indonesia. Menyadari betapa pentingnya peran perempuan dan UMKM dalam kehidupan ekonomi Indonesia, Kementerian Perdagangan terus berupaya meningkatkan kontribusi perempuan dan UMKM dalam perdagangan Indonesia. Selain itu, Kemendag juga akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung peningkatan peran partisipasi perempuan. Partisipasi dan inisiatif dari pemangku kepentingan terkait, termasuk ITC dan Unilever, akan menjadi kolaborasi yang efektif untuk membangun ekosistem wirausaha perempuan dalam mengadaptasi tantangan-tantangan global. (Rep/Her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here