SUARATERKINI, Jakarta – Dalam sistem negara demokrasi, biasanya kita mengenal tiga pilar utamanya: kekuasaan Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif. Pers atau media sering disebut sebagai pilar keempat demokrasi, karena berfungsinya sistem demokrasi – dengan tiga pilar utama yang disebutkan sebelumnya – dijalankan dengan adanya pers yang bebas.

Pers memastikan bahwa semua warga negara yang tinggal di wilayah yang jauh atau terpencil, mengetahui dan sadar akan apa yang terjadi di negaranya. Pers juga memastikan adanya transparansi dalam pelaksanaan peran legislatif, eksekutif, dan yudikatif tersebut.

Adanya empat pilar demokrasi ini amat penting. Jika ada salah satu pilar yang tidak berfungsi dengan baik, maka bisa dikatakan: di suatu area demokrasi masih belum berfungsi sepenuhnya.

Pers adalah harapan publik. Tak ada keraguan bahwa tanpa keberadaan pers yang bebas sebagai pilar keempat, demokrasi tidak dapat berfungsi dengan baik dan bahkan akan berisiko.

Karena menyadari arti penting pers sebagai pilar keempat itulah, Gerakan Alumni UI4NKRI mengadakan webinar dengan tema “Masihkah Pers Menjadi Pilar ke-4 Demokrasi?” pada Rabu, 8 Juli 2020.

Tema ini dipilih karena dirasakan, kehidupan pers Indonesia saat ini semakin jauh dari peran ideal tersebut. Berbagai fenomena kontemporer pers Indonesia mengisyaratkan, semakin jauhnya jarak antara peran ideal pers yang diharapkan publik dengan kenyataan.

Dalam kutipannya, Rabu (8/7/20), Fajar Soeharto, Ketua Gerakan Alumni UI4NKRI berharap, webinar ini dapat memberi berbagai masukan berharga dan pencerahan bagi kehidupan pers Indonesia, dan berkontribusi bagi pengembangan demokrasi di negeri ini.

Khususnya, tentang apa yang perlu dan bisa dilakukan, agar peran ideal pers Indonesia sebagai pilar ke-4 demokrasi betul-betul bisa diwujudkan.

Gerakan Alumni UI4NKRI berharap, webinar ini dapat memberi berbagai masukan berharga dan pencerahan bagi kehidupan pers Indonesia, dan berkontribusi bagi pengembangan demokrasi di negeri ini.

Khususnya, tentang apa yang perlu dan bisa dilakukan, agar peran ideal pers Indonesia sebagai pilar ke-4 demokrasi betul-betul bisa diwujudkan,” tegas Fajar.

Hadir sebagai pembicara di webinar adalah: Ade Armando (Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UI), Dr. Nasir Tamara, MA, M.Sc (Ketua Umum Persatuan Penulis Indonesia SATUPENA), Abdul Manan (Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia), dan Dr. Pinckey Triputra, M.Sc (Dosen Senior Program Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi UI). Sebagai moderator adalah Intan Nugroho (News Anchor TVRI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here