SUARATERKINI, Jakarta – PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (Cashlez), perusahaan financial pembayaran dengan kode saham CASH, tetap mencanangkan pengembangan bisnis yang ekspansif dalam situasi ekonomi yang masih dibayangi kondisi pandemi. Buktinya, Perseroan telah mengincar akuisisi 5.000 merchant baru pada tahun ini untuk meningkatkan transaksi.

Sebagai fintech penyedia transaksi pembayaran, Cashlez mengembangkan sistem mPOS (mobile point of sale) untuk mendukung transaksi penerimaan pembayaran merchant dengan menggunakan kartu, baik kartu kredit ataupun kartu debit, berbasis aplikasi pada smartphone (Android dan IOS) yang dihubungkan dengan card reader melalui bluetooth. Tak hanya mPOS, merchant juga dapat menerima transaksi pembayaran digital seperti pembayaran Kode QR maupun Cashlez Link (e-commerce payment).

Presiden Direktur Cashlez Suwandi mengungkapkan, pihaknya cukup optimis dengan target akuisisi merchant ini karena semakin maraknya transaksi cashless di tengah pandemi untuk mengurangi potensi penyebaran covid-19 dari uang tunai.

“Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat tentang penerapan protokol kesehatan membuat merchant membutuhkan dukungan sistem pembayaran yang reliable. Di sinilah kami hadir dengan aplikasi yang mampu menerima pembayaran cashless dari berbagai platform dengan biaya yang terjangkau,” kata Suwandi.

Untuk mendapatkan merchant baru, dia menambahkan, pihaknya akan menjajaki segment pasar yang baru seperti kawasan wisata, energi, pasar tradisional, serta sektor usaha yang masih potensial di saat pandemi, seperti sektor makanan minuman (mamin), jasa kesehatan, serta sektor telekomunikasi.

Saat ini, tambahnya, Cashlez telah bekerjasama dengan 9.000 merchant serta menghasilkan frekuensi transaksi finansial sebesar lebih dari 1,5 juta kali pada sepanjang tahun lalu atau naik 29% secara year on year.

Alhasil, kinerja itu berhasil mendorong Perseroan mencetak pertumbuhan pendapatan di atas 30% secara tahunan. Kenaikan pada pendapatan ini juga ditopang oleh pertumbuhan nilai transaksi bruto yang meningkat lebih dari 50% dibandingkan dengan tahun lalu.

Untuk kinerja Cashlez tahun lalu, kami masih dalam proses audit dan akan kami sampaikan sebelum batas waktu penyampaian kinerja tahunan sesuai ketentuan bursa,” katanya

Perkuat Struktur Bisnis

Sementara itu, Cashlez juga telah menyusun perencanaan jangka panjang untuk memperkuat struktur bisnis perseroan seiring perubahan susunan pengurus dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan pada hari Senin, 21 Desember 2020.

Berdasarkan hasil RUPS LB, Perseroan menunjuk Suwandi menjadi Presiden Direktur dan mengangkat Cendy Hadiputranto sebagai Direktur. Selain itu, Perseroan juga mengangkat Laurentius Firman Wiranata sebagai Presiden Komisaris dan Komisaris Independen. Adapun Hira Laksamana dan Randy Pangalila tetap mengisi posisi Komisaris dan Komisaris Independen.

“Kami akan terus mengembangkan inovasi strategis dan meningkatkan efisiensi untuk mendorong pertumbuhan bisnis kami ke depannya. Mencetak pertumbuhan yang positif dan memaksimalkan nilai perusahaan akan tetap menjadi komitmen utama kami.

Meskipun terdapat perubahan pada susunan manajemen, namun visi dan misi Perseroan tetap menjadi fondasi kami dalam mengembangkan bisnis secara jangka panjang,” ujar Suwandi, .

Sebelumnya, Suwandi adalah Direktur PT Softorb Technology Indonesia (STI), anak usaha dari Cashlez dengan kepemilikan saham 51%. Suwandi sukses berkarier di bidang teknologi informasi (TI) dengan pengalaman di dunia TI selama 16 tahun, khususnya 13 tahun pada digital payment, serta kemampuan operasional dan manajerialnya dalam memimpin PT Softorb Technology Indonesia (STI) periode 2013-2019.

Sedangkan Cendy Hadiputranto sebelumnya adalah Alternative Investment Division Head PT Danareksa Investment Management sekaligus Komisaris di PT Waskita Transjawa Toll Road.

“Perubahan susunan ini diharapkan dapat memperkuat struktur bisnis Perseroan serta membuat Cashlez semakin produktif dan kompetitif dalam meningkatkan kinerjanya di masa yang akan datang,” kata Suwandi.

Di samping penambahan merchant, Cashlez juga akan fokus untuk menambah kolaborasi dengan partner-partner yang belum bekerja sama dengan Perseroan sebelumnya, sehingga melalui kolaborasi yang baru ini dapat menyediakan solusi terbaru bagi para merchant.

Dari sisi efisiensi, kami juga akan lebih fokus dalam mengoptimalkan pengelolaan operasional agar dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap laba usaha,” tutup Suwandi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here